Guru Besar ke-7 dan Arogansi Kekuasaan

Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar patut bersyukur karena mengawali tahun 2018 dengan pengukuhan guru besar kepada salah seorang dosennya, yakni Prof Alyas, yang merupakan guru besar ke-7 Unismuh Makassar.


Unismuh patut bersyukur karena mengawali tahun 2018 dengan mengukuhkan guru besarnya yang ketujuh. Semoga Prof Alyas ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap Unismuh ke depannya
, kata Kordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Prof Andi Niartiningsih.


Hal tersebut diungkapkan saat memberikan sambutan pengukuhan Prof Alyas, sebagai guru besar bidang Ilmu Administrasi Publik, di Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Unismuh Makassar, Sabtu, 06 Januari 2018.


Guru besar bukan akhir dari segalanya, belum bisa dikatakan sebagai capaian tertinggi. Seharusnya menjadi spirit dan motivasi ke depannya, agar energi positif akan tertular untuk para doktor, magister, agar mereka juga terdorong mencapai apa yang diraih Prof Alyas
, tegas Andi Niar, sapaan akrab Prof Andi Niartiningsih.


Mantan Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini- juga mengimbau seluruh dosen di lingkungan Kopertis Wilayah IX Sulawesi, agar segera miliki pangkat akademik sehingga kedepannya bisa meningkatkan inovasi.Untuk para magister harus segera meraih doktor, sedangkan untuk yang sudah doktor agar segera berupaya meraih guru besar, kata Andi Niar.



Target 200 Doktor

Sementara itu, Rektor Unismuh Makassar, Dr Abdul Rahman Rahim, juga mengemukakan kegembiraanya atas pengukuhan guru besar kepada Prof Alyas. Unismuh Makassar sangat beruntung, karena Prof Alyas ini sebelumnya adalah dosen pindahan dari STKIP YPUP Makassar, ungkapnya.


Ia berharap pengukuhan Prof Alyas sebagai guru besar Unismuh Makassar, bisa memberikan motivasi kepada dosen-dosen lainnya untuk lebih meningkatkan kualitas dan kapasitas diri.


Unismuh Makassar, katanya, saat ini memiliki jumlah dosen 668 orang, termasuk tujuh dosen yang bergelar professor, 111 orang bergelar doktor, dan 557 lainnya bergelar magister. Kita berharap memasuki tahap akreditasi institusi tahun 2019 nanti, jumlah dosen yang bergelar Doktor sudah mencapai 200-an orang, kata Rahman Rahim.



Arogansi Kekuasaan Semakin Mengakar di Birokrasi
Arogansi kekuasaan politik semakin mengakar dan merambah dunia birokrasi. Di sisi lain, ada kelemahan mentalitas aparatur yang sering memanfaatkan kewenangannya untuk memihak pada diri sendiri atau pada anggota kelompoknya, meskipun hal tersebut sudah diketahui sebelumnya bahwa hal itu adalah suatu yang tidak benar dan tidak pantas dilakukan. Juga ada ketidakpuasan publik terhadap kinerja birokrasi yang menimbulkan berbagai bentuk reaksi kekesalan, berupa dialog damai, sampai aksi demonstrasi yang kadang menimbulkan korban.


Hal tersebut diungkapkan Prof Alyas saat membawakan orasi ilmiah berjudul Birokrasi Konseptual Dalam Rangka Perspektif Kultural Global, atas pengukuhan dirinya sebagai guru besar bidang Ilmu Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, di Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Unismuh Makassar, Sabtu, 06 Januari 2018.


Ketika para pejabat melakukan suatu pertemuan atau diskusi, maka mereka sepakat dan seirama dalam jawaban. Mereka setuju aparatur harus bebas dari unsur politik sesuai aturan yang berlaku, agar dapat fokus pada pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dengan baik. Tetapi sebagai pemimpin negeri ini, mereka membutuhkan orang-orang yang dipercaya sepenuhnya untuk membantu mereka mewujudkan visi misi yang telah dijanjikan kepada masyarakat
, tutur Alyas.


Pengukuhan Prof Alyas sebagai guru besar dihadiri Kordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Prof Andi Niartiningsih, Rektor Unismuh Makassar Dr Abdul Rahman Rahim, Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Unismuh Makassar Dr HM Syaiful Saleh, serta sejumlah undangan. (win/nas/hh/ar)



------------------------------
Keterangan gambar:
GURU BESAR. Prof Alyas (tengah) foto bersama Kordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Prof Andi Niartiningsih (paling kiri), dan Rektor Unismuh Makassar Dr Abdul Rahman Rahim, seusai dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, di Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Unismuh Makassar, Sabtu, 06 Januari 2018. (ist)