Beranda | Artikel | Amal Usaha Muhammadiyah:

Amal Usaha Muhammadiyah:

Oleh
Ukuran Huruf: Decrease font Enlarge font
Amal Usaha Muhammadiyah:

Basis Pencerahan dan Pemberdayaan Umat Islam

Usia satu abad Muhammadiyah yang telah diperingati di beberapa kota besar beberapa bulan lalu dan menyongsong muktamar 2015, menjadi momentum strategis bagi Muhammadiyah untuk bersatu padu dalam membangun kehidupan ummat dan bangsa di negeri ini. Gerakan penting Muhammadiyah mulai dari gerakan amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan dakwah terus dikembangkan. Di bidang pendidikan, secara kuantitatif jumlah sekolah atau lembaga pendidikan yang dimiliki Muhammadiyah luar biasa banyaknya. Tidak ada organisasi lain yang memiliki sebanyak prestasi kuantitatif tersebut. Database persyarikatan Muhammadiyah 16 Februari 2013, merilis data amal usaha Muhammadiyah sebanyak 22.561 yang terdiri dari 10.381 lembaga pendidikan Muhammadiyah  mulai dari TK, sekolah dasar, pesantren sampai  perguruan tinggi, 457 rumah sakit, 982 panti asuhan, panti jompo, rehabilitasi cacat dan sekolah luar biasa, serta 11.198 mesjid dan mushallah, dan 945.504 m2 luas tanah.  Amal usaha yang dimliki Muhammadiyah tersebut belum dimiliki oleh ormas lainnya yang menyebar di berbagai daerah/wilayah baik dalam negeri maupun diluar negeri. Dengan modal ini, maka kedepan persyarikatan Muhammadiyah akan menciptakan masyarakat yang betul-betul hasanah baik di dunia maupun diakhirat. Insya Allah.

Lembaga pendidikan Muhammadiyah adalah fungsi perkaderan, karena dalam sejarahnya sekolah atau lembaga pendidikan yang sejak awal dirintis oleh KH Ahmad Dahlan, selain untuk mencerdaskan anak-anak bangsa juga didesain untuk mencetak kader-kader Muhammadiyah. Meskipun demikian, dari sekian ribu lembaga pendidikan dan amal usaha tersebut harus diakui masih memerlukan kerja keras agar dapat terkalola dengan baik dan menjadi lembaga amal usaha yang unggul atau bermutu. Tujuan awal didirikannya Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan adalah sebagai mediator pembelajaran agama Islam kepada masyarakat. Gagasan Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan pemberdayaan umat Islam bukan sekedar kebetulan, tetapi telah melalui proses kreatif. Lihat KH Ahmad Dahlan, Berpikir Visioner berbasis Qur'anik. Pergumulan pemikiran yang “merasuki otak” Ahmad Dahlan telah melahirkan gerakan yang cukup memberi pencerahan kepada umat Islam, karena di satu sisi membawa umat  kepada sikap kritis dalam beragama, dalam arti beragama harus benar-benar berdasar pada sumbernya yang murni dan tetap komit untuk memperjuangkan dan menegakkan ajaran Islam, dan bukan sebagai organisasi politik. Dalam kaitan itu setiap anggota dan pimpinan Muhammadiyah senantiasa ditekankan untuk menonjolkan kemuhammadiyahannya di tengah masyarakat, melaksanakan aturan-aturan dan kewajiban yang ada dalam organisasi, serta memahami bahwa amanah yang diberikan adalah pengabdian pada Allah SWT, sebagaimana yang biasa diajarkan dalam pendidikan Muhammadiyah. Ketika penulis menuntut Ilmu di Ibtidaiyah hingga Tsanawiyah Muhammadiyah, para ustad (guru) selalu menegaskan ”Setiap anak dan keluarga Muhammadiyah harus senantiasa mampu mengabdi dan beribadah kepa Allah SWT, mampu menghidup-hidupi Muhammadiyah, bukan semata-mata hidup dari Muhammadiyah. Semoga saja prinsip ini masih senantiasa menjiwai kekaderan kita warga Muhammadiyah hingga Muhammadiyah dapat lebih survive kedepan.

Seiring dengan perubahan zaman dan perkembangan dinamika politik dalam kehidupan masyarakat, revisi-revisi pada tujuan Muhammadiyah pun terjadi. ”Kendati telah dilakukan revisi, Muhammadiyah tetap menjunjung tinggi ajaran agama Islam dalam setiap tindakan dan program. Komitmen untuk menjadikan Muhammadiyah bukan sebagai organisasi politik telah menjadi pendirian persyarikatan, tetapi tidak melarang anggota untuk masuk dalam salah satu partai politik. Hal ini dimaknai agar setiap anggota Muhammadiyah diberi kebebasan memperkuat persaudaraan dan persatuan bangsa. Keterlibatan setiap kader dalam partai politik merupakan salah satu media perjuangan kader Muhammadiyah untuk mengawal modernisasi pemerintahan yang bersih dan amanah. Salah satu tokoh besar Muhammadiyah  Prof. Hamka,  pernah menyatakan bahwa sikap dan pendirian Muhammadiyah dalam bergaul dengan pihak lain, “seribu kawan masih kurang, seorang musuh terlalu banyak”. Hal ini dapat diartikan bahwa kiprah kader Muhammadiyah dalam kehidupan politik dan pemerintahan harus senantiasa membuka ruang sosial yang lebih luas sebagai Rahmatan lil alamin. Dengan demikian semakin jelas bahwa dalam kehidupan politik warga Muhammadiyah tidak akan alergi terhadap politik, dan perlu terus mengusahakan suatu tatanan sistem politik yang Islami dan berdimendi kebangsaan. Syafii Maarif menyatakan bahwa politik Muhammadiyah adalah politik yang dilandasi dengan akhlak mulia dengan moral yang tinggi. Politik yang dilandasi moral dan akhlak adalah bagian dari dakwah Muhammadiyah yang tujuannya adalah untuk menyelamatkan bangsa dan kepentingan orang banyak. Untuk itu Muhammadiyah tetap menjunjung tinggi nilai kebenaran. Kata beliau, meski orangnya dari Muhammadiyah, kalau berbuat yang tidak benar, harus dilawan. Demikian pula dalam bernegara, hingga saat ini Muhammadiyah tetap berkomitmen menegakkan Islam yang lurus dan benar. Namun demikian tidak ada kewajiban membentuk negara Islam karena yang penting adalah mengisi negara dan bukan mengganti dasar negara. Peran aktif Muhammadiyah dalam kehidupan bernegara tetap dalam bingkai pencerahan ummat melalui dakwah Dengan demikian, Muhammadiyah secara organisatoris maupun institusional tidak melibatkan diri dalam politik praktis dan menjaga jarak yang sama dengan semua parpol. Walaupun warga Muhammadiyah cukup besar  dan di dukung oleh modal sosial (social capital) dalam pergaulan keummatan, Muhammadiyah tetap pada pendirian tidak akan menjadi partai politik.

Secara historis persentuhan Muhammadiyah dengan politik di Indonesia telah berlangsung lama sejak organisasi ini berdiri. Melalui peran elit yakni ketika Kyai Dahlan terlibat dalam Boedi Oetomo dan Syarikat Islam menunjukkan pola yang cukup longgar. Demikian pula pada era Kyai Mas Mansur, persentuhan Muhammadiyah dengan politik makin terbuka dengan pembentukan partai Islam. Demikian pula pada kasus pembentukan dan keterlibatan Muhammadiyah dalam Masyumi selama 15 tahun semakin verbal dan institusional. Namun problema dalam persentuhan politik Muhammadiyah itu adalah sulitnya merumuskan format atau sistem politik Islam dalam kehidupan negara dan bangsa dengan realitas politik di Indonesia yang seringkali bersifat serba membatasi. Meskipun demikian, para elit Muhammadiyah  tidak pesimis dalam perjuangan dan tetap kokoh dan solid mengurusi ummat melalui  organisasi sosial, dakwah dan pendidikan yang dimiliki. Dalam dimensi ini maka setiap anggota ditekankan untuk menunjukkan potensi diri, yakni kuat berpikir, kuat berzikir serta kuat bekerja, baik dalam soal mengurus amal usaha, pendidikan dan dakwah maupun dalam mengisi amanah kenegaraan.

Tantangan memikirkan dan mengatasi nasib bangsa yang kian terpuruk menjadi agenda yang lebih utama. Krisis yang melanda bangsa Indonesia, situasi politik yang belum stabil, melonjaknya harga kebutuhan pokok, gizi buruk, bencana alam dimana-mana, pengangguran dan kejahatan serta kerusuhan di berbagai daerah dalam berbagai bentuk di tanah air menjadi tantangan dan harus diatasi segera dengan serius. Oleh sebab itu melalui Milad satu abad tersebut seyogyanya semakin kuat berpikir, berzikir dan bekerja keras agar krisis tersebut segera teratasi. Tahun 2014 menjadi tahun pertarungan politik. Maka wajar jika suhu perpolitikan cenderung makin naik, makin hangat, bahkan kadang memanas. Kejadian apa pun, peristiwa apa pun, dan masalah apa pun dapat dijadikan komoditas politik, dan dijadikan obyek politisasi. Disinilah faktor kehati-hatian bagi warga Muhammadiyah untuk menyalurkan aspirasi politiknya pada parpol yang benar-benar amanah dan memilih pemimpin bangsa yang saleh, amanah dan berintelektual tinggi. Kemudian tanpa menjadi partai politikpun maka pemikiran dan ijtihad Muhammadiyah tetap di dambakan oleh ummat, bangsa dan negara, dan justru gerakan inilah yang membuat Muhammadiyah tetap eksis dan survive. Dengan kelenturan Muhammadiyah yang membungkus ketegasan dan kecerdasan membuat banyak orang terpikat dengan Muhammadiyah sehingga tidak mudah goyah dan tergoda dengan aroma kekuasaan. Selain itu karena Muhammadiyah memiliki juga gerakan yang disebut dengan istilah “tajdid”. Tajdid bagi Muhammadiyah memiliki dua sisi, dalam bidang keagamaan yang bersifat ta’abbudi tajdid bermakna pemurnian. Sedangkan dalam bidang muamalah duniawiyah, yang bersifat ta’aqquli, tajdid bermakna pembaharuan, modernisasi dan sejenisnya. Gerakan ini pulalah yang menjadi daya tarik tersendiri dalam membangun kualitas ummat dalam bidang akidah, ubudiyah, muamalah dan akhlak. Semoga dan selamat bersilaturrahim dalam satu abad ini dan Muktamar Muhammadiyah 2015 nanti. Wassalam.

DATA AMAL USAHA MUHAMMADIYAH

NO

Jenis Amal Usaha Jumlah
01 TK/TPQ 4.623
02 Sekolah Dasar (SD)/MI 2.604
03   Sekolah Menengah Pertama (SMP)/MTs 1.772
04 Sekolah Menengah Atas (SMA)/SMK/MA 1.143
05 Pondok Pesantren 67
06 Perguruan Tinggi 172
07 Rumah Sakit, Rumah Bersalin, BKIA, BP, dll 457
08 Panti Asuhan, Santunan, Asuhan Keluarga, dll. 318
09 Panti jompo * 54
10 Rehabilitasi Cacat * 82
11 Sekolah Luar Biasa (SLB) * 71
12 Masjid * 6.118
13 Musholla * 5.080
14 Tanah * 945.504  

Informasikan perkembangan komentar Komentar (2 Terkirim)

avatar
arip supratman 25/01/2014 19:02:21
oh ya sekalian saya minta untuk file pdfnya, soalnya untuk sebagai bahan referensi saya!
harga hp nokia | harga samsung android | harga blackberry curve
avatar
arip supratman 25/01/2014 19:00:50
semoga amal usaha ini bisa bermanfaat untuk semuanya!
harga hp evercross | harga nokia asha | harga sony xperia
total: 2 | menampilkan: 1 - 2
Hanya yang beridentitas yang dapat mengirimkan komentar, silahkan daftar.
  • Email ke rekan Email ke rekan
  • Versi Cetak Versi Cetak
  • Teks biasa Teks biasa

Ditag sbg:

Muhammadiyah, ama usaha, basis pencerahan, pemberdayaan ummat

Beri peringkat tulisan ini

4.33