Beranda | Artikel | Fenomena Kemiskinan dan Ketenagakerjaan Masyarakat Sulawesi Selatan

Fenomena Kemiskinan dan Ketenagakerjaan Masyarakat Sulawesi Selatan

Oleh
Ukuran Huruf: Decrease font Enlarge font
Credit by antaraphoto

Dari sisi jumlah, penduduk miskin di Sulawesi Selatan tersebut relatif masih cukup besar. Dalam kaitan ini diperlukan upaya yang terpadu melalui pengembangan kewirausahaan di pedesaan dengan pengembangan keterampilan dan komoditas unggulan daerah

Kita harus mengakui bahwa, pembangunan Bangsa untuk keluar dari masalah kemiskinan tidak hanya sebatas penyusunan perda maupun tata kelola pemerintahan. Namun terlebih dari itu yang utama adalah perbaikan mental. Pemerintah yang telah membuat tiga Klaster Program Penanggulangan Kemiskinan, bila tanpa memperbaiki mental masyarakat, mungkin hanya akan seperti menabur gula di laut. Rasa airnya takkan pernah menjadi manis. Mental masyarakat seperti itulah yang harus dibangun, bisa lewat kurikulum pendidikan di sekolah/kampus, lewat tontonan televisi yang mendidik, atau lewat berbagai media lainnya, hal ini juga senada dengan apa yang pernah ditanggapi oleh Ari Maulana. Tapi pemerintah dengan program BLT-nya (sekarang diganti menjadi Program Keluarga Harapan) justru seperti melestarikan budaya meminta-minta. Menyuruh si miskin antri hanya demi uang yang mungkin habis kurang dari sebulan. Selanjutnya pemerintah harus memiliki kebijakan yang menafkahi. Jangan bermimpi pemberdayaan  bila  si  miskin  masih  lapar.  Lalu  yang  terakhir  pemerintah  harus  memiliki kebijakan yang memberdayakan. Pemerintah sebenarnya telah melakukan kebijakan yang memberdayakan dengan program PNPM Mandiri dan KUR yang merupakan bagian dari klaster II dan III Program Penanggulangan Kemiskinan, namun itu saja belum cukup. Persaingan usaha yang tidak berimbang dengan dominannya hypermarket yang dibangun berdekatan dengan pasar tradisional, atau hadirnya banyak minimarket di pelosok kampung, membuat banyak pedagang pasar dan  warung terengah-engah.  Harga  yang  kalah murah,  membuat  para pedagang kecil tersebut harus banyak berharap pada pembeli yang memiliki kepedulian tinggi, pembeli yang lebih  memilih  memberdayakan  pedagang kecil  daripada menambah kekayaan  para  pemodal super kaya. (Muh. Faisal: 2011).

Dari data Bank Indonesia, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan per Maret 2011 tercatat sebanyak 832,9 ribu orang atau sebesar 10,29% dari jumlah penduduk. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berada di daerah pedesaan (83,55%) dan hanya 16,45% berada di daerah perkotaan. Persentase pangsa jumlah penduduk miskin di perkotaan tersebut relative meningkat dibandingkan Maret 2010 yang tercatat sebesar 13,05% dari tota penduduk miskin. Dari sisi jumlah, penduduk miskin di Sulawesi Selatan tersebut relatif masih cukup besar. Dalam kaitan ini diperlukan upaya yang terpadu melalui pengembangan kewirausahaan di pedesaan dengan pengembangan keterampilan dan komoditas unggulan daerah untuk memperluas lapangan kerja di pedesaan. Hal tersebut selain mengurangi pengangguran dan kemiskinan dipedesaan sekaligus dapat mengendalikan urbanisasi di perkotaan serta mengurangi beban sosial perkotaan.

Selanjutnya  perkembangan  ketenagakerjaan  Sulawesi  Selatan  berdasarkan  data  Bank Indonesia (BI) meningkatnya jumlah angkatan kerja 0,22% dari 3,63 juta orang pada Februari 2011, menjadi 3,64 juta orang pada Februari 2012. Disisi lain, terjadi pula kenaikan jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas sebesar 0,85%, dari sebesar 5.590.797 orang per Februari 2011 menjadi 5.638.430 orang per Februari 2012. Di sisi lain, pangsa jumlah tenaga kerja pada sector perdagangan-hotel-restoran meningkat dari 18% pada Februari 2011, menjadi sebesar 19% pada Februari 2012. Selanjutnya sektor yang masih memiliki share tenaga kerja yang cukup besar dibandingkan sector lain adalah sektor jasa-jasa. Namun pangsa menurun dari 18% menjadi 17% pada Februari 2012.

Jika angka kemiskinan di Sulawesi Selatan dikomparasikan dengan provinsi lainnya di Pulau Sulawesi, tampak bahwa jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan menempati urutan teratas, meskipun dari segi persentase menempati urutan kedua sesudah Sulawesi Utara. Pada tahun 2011, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan dua kali lipat lebih besar dari Sulawesi Tengah dan empat kali lipat dari Sulawesi Utara dan Gorontalo. Namun persentase penduduk miskin di Sulawesi Selatan hanya setengah dari Gorontalo, dimana Gorontalo merupakan daerah denganpersentase penduduk miskin tertinggi di Pulau Sulawesi.   Jika diamati secara spasial, daerah yang menjadi konsentrasi penduduk miskin di Sulawesi Selatan adalah Kabupaten Pangkep, Jeneponto, Bone, Toraja Utara, Luwu Utara. Luwu dan Maros. Hampir setengah dari seluruh penduduk miskin di Sulawesi Selatan  bermukim di daerah ini. Keseluruhan daerah ini memiliki  jumlah  dan  persentase  penduduk  miskin  yang  relatif  besar.  Dari  segi  proporsi, persentase penduduk miskin di daerah ini rata-rata berada di atas 14 persen dari total penduduk  kota  Makassar  dan  kabupaten  Gowa  meskipun  memiliki  jumlah  penduduk  miskin  yang tergolong besar, namun persentasenya relatif kecil. Jika diamati lebih lanjut dalam perspektif wilayah  (kota-desa),  tampak  jelas  bahwa  wilayah  perdesaan  merupakan  tempat  bermukim sebagian besar  penduduk  miskin,  yaitu  mencapai 84,01  persen  dari  total  penduduk  miskin. Artinya, setiap 10 orang penduduk miskin di Sulawesi Selatan, lebih dari 8 orang bermukim di perdesaan. Persentase penduduk miskin di perdesaan juga relatif cukup besar, yaitu mencapai 13,63 persen dari total penduduk perdesaan. Bandingkan dengan perkotaan yang hanya mencatat angka 4.48 persen.

 

Informasikan perkembangan komentar Komentar (5 Terkirim)

avatar
cu ay 17/04/2014 15:04:11
Semua informasi dan kegiatan yang di laksanakan oleh pihak yang bersangkuatan yang di nyatakan atau di informasi kan oleh web unismuh ini saya mendukung, semoga saja di maju dan sukses terus salam kenal dari saya Harga HP Nokia Asha
avatar
Ady Poetra 11/03/2014 21:30:37
Pemerintah harus berfikir jauh kedepan dalam hal ini, jangan cuma dengan cara instan semacam BLT yang sebenarnya malah berefek negatif pada mental masyarakat
PS 4 review
Running Shoes
avatar
Albumin Ikan Gabus 10/03/2014 14:21:36
mudah mudahan angka kemiskinan di negeri ini terus menurun.
Albumin Adalah
avatar
arip supratman 15/11/2013 13:54:18
sepertinya pemerintah agak lamban menyikapi hal ini.....
Harga ipad
avatar
arip supratman 13/11/2013 01:39:30
sangat disayangkan sekali ya.... thanks infonya! Harga tablet murah
total: 5 | menampilkan: 1 - 5
Hanya yang beridentitas yang dapat mengirimkan komentar, silahkan daftar.
  • Email ke rekan Email ke rekan
  • Versi Cetak Versi Cetak
  • Teks biasa Teks biasa

Ditag sbg:

kemiskinan, ketenagakerjaan, masyarakat, sul-sel

Beri peringkat tulisan ini

0